Harga emas dalam beberapa waktu terakhir terus mencetak rekor baru dan menarik perhatian pasar global maupun domestik.
Fenomena ini bukan sekadar tren harga komoditas, tetapi bisa jadi bagian dari strategi yang lebih besar untuk mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia hingga target 8%.
Kenapa Harga Emas Lagi Naik?
Emas dikenal sebagai aset safe haven aset yang dicari ketika ekonomi global penuh ketidakpastian.
Dalam beberapa bulan terakhir, harga emas dunia bahkan sempat menembus level tertinggi sepanjang masa di atas USD 4.000 per troy ons, mencerminkan meningkatnya permintaan dan kekhawatiran pasar terhadap volatilitas global.
Selain itu, tren pembelian emas oleh negara-negara besar juga turut memberi dukungan pada permintaan global.
Indonesia pun tercatat ikut membeli cadangan emas dalam beberapa periode terbaru.
Ekosistem Emas di Indonesia: Lebih Dari Sekadar Logam Mulia
Lebih dari sekadar logam investasi, pemerintah Indonesia tengah menguatkan ekosistem emas domestik, yang mencakup pemrosesan, perdagangan, hingga layanan keuangan berbasis emas.
Salah satu langkah penting adalah keberadaan bullion banks embaga yang memfasilitasi penyimpanan, perdagangan, serta pembiayaan berbasis emas.
Sistem ini diharapkan bisa:
- Meningkatkan hilirisasi emas dalam negeri
- Mengurangi ketergantungan pada pasar luar negeri
- Menambah nilai tambah produk emas Indonesia sebelum diekspor
- Menggerakkan sektor keuangan dan investasi domestik
Menurut pemerintah, pengembangan ekosistem emas ini memiliki potensi besar untuk menambah PDB dan membuka lapangan kerja baru secara signifikan sebuah kontribusi nyata bagi perekonomian.
Hubungan Antara Emas dan Target Ekonomi 8%
Target pertumbuhan ekonomi 8% merupakan angka ambisius yang tengah digaungkan oleh pemerintah Indonesia sebagai bagian dari visi jangka panjang pembangunan nasional.
Strategi yang dibahas mencakup berbagai sektor seperti hilirisasi industri, investasi, transformasi digital, dan termasuk optimalisasi sumber daya alam seperti emas.
Meski emas bukan satu-satunya sektor, kontribusi komoditas ini terhadap perekonomian tidak bisa diabaikan.
Permintaan emas yang kuat dan ekosistem yang semakin matang dapat:
- Meningkatkan ekspor dan devisa negara
- Memperluas sektor industri hilir (mis. perhiasan, bullion products)
- Menggerakkan investasi lokal dan internasional
- Memperkuat sektor keuangan melalui produk investasi emas digital (seperti platform trading emas digital yang volume transaksinya melonjak drastis)
Peningkatan volume investasi dan perdagangan emas tidak hanya memberi dampak langsung dari sisi nilai ekonomi, tetapi juga menyokong struktur ekonomi yang lebih beragam dan resilient.
Strategi & Peluang Ke Depan
Beberapa strategi yang bisa membantu hubungan antara harga emas dan target pertumbuhan meliputi:
- Penguatan hilirisasi emas domestik
Dengan memproses emas di dalam negeri, nilai tambah yang dihasilkan tentu jauh lebih besar dibanding hanya mengekspor bahan mentah. - Pengembangan produk keuangan berbasis emas
Produk seperti emas digital atau simpanan emas bisa menarik minat milenial & Gen Z untuk berinvestasi, sekaligus menjaga likuiditas pasar emas di dalam negeri. - Kolaborasi lintas sektor dan kebijakan yang konsisten
Untuk benar-benar menyokong pertumbuhan 8%, perlu sinergi antara sektor logam mulia, manufaktur, infrastruktur, dan kebijakan ekonomi yang berpihak pada pertumbuhan jangka panjang.
Saatnya Pilih Tempat Investasi Emas yang Terpercaya
Harga emas yang naik bukan hanya fenomena pasar ini jadi bagian dari peluang ekonomi yang lebih besar.
Dengan memperkuat ekosistem emas nasional, dari hulu sampai hilir, Indonesia punya peluang untuk mengoptimalkan potensi emas sebagai salah satu pendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih cepat dan berkelanjutan.
Meskipun target 8% bukan hal yang mudah diraih, strategi yang tepat di sektor seperti emas memberi ruang kontribusi signifikan bagi perekonomian yang lebih kuat ke depan.
Sumber: CNBC Indonesia, Antara News, serta rilis resmi Kementerian Investasi/BKPM RI dan data pasar emas global.

